JMMP Dukung Komnas HAM Untuk Proses Hukum Pelanggar HAM Dalam Penembakan 6 Anggota FPI

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Presidium Jaringan Muda Merah Putih Fuadul Aufa yang biasa di sapa Upay dan ketua bidang DPP KNPI angkat bicara mengenai hasil penyelidikan Komnas HAM telah menuai hasil tentang tragedi km 50 cikampek yang menewaskan 6 orang laskar FPI.

Dalam hasil pemaparan oleh Komnas HAM dalam teragedi tersebut, ada 6 orang laskar FPI 2 diantaranya tertembak pada kejar-kejaran di ruas tol tersebut dan 4 orang dinyatakan masih hidup dan dibawa oleh pihak kepolisian hidup. Rekomendasi yang dibuat oleh Komnas HAM 4 orang yg tewas dinyatakan pelanggaran HAM.

“Dalam hasil yg di rillis oleh Komnas HAM saya rasa cukup jelas bahwa aparat kepolisian polda metro jaya telah melanggar HAM dan kasus HAM yang dilakukan oleh anggota Polri ini harus dibawa pada HAM internasional”. Papar Upay saat dikonfirmasi oleh tim media (10/01/2021)

Disinyalir dari beberapa media online pada Desember 2020 kapolda metro jaya menjelaskan bahwa tindakan anak buahnya yang menewaskan 6 orang laskar FPI lantaran adanya ancaman yang dilakukan oleh anggota laskar FPI tersebut dan Tindakan anak buahnya sudah terukur sesuai SOP dalam tragedi km 50 tol Cikampek.

Lanjut Upay,”Menurut saya Kapolda metro jaya Fadil Imran telah keliru dalam membuat narasi seperti itu karena tidak mendasar, apalagi. stetment Kapolda itu sebelum adanya penyelidikan atau rekomendasi dari Komnas HAM”.

“Dalam hal ini Kapolda metro jaya Irjen. Pol. Fadil Imran harus bertanggung jawab atas tindakan anak buahnya yang telah melanggar HAM & Kapolri Jendral Idham Aziz harus segera mencopot irjen Fadil Imran sebagai Kapolda metro jaya”. Tutupnya