Kader Peradi Medan di DPN Diimbau Mengundurkan Diri

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

MEDAN – Kader Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) asal Kota Medan, Sumut di Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi diimbau mengundurkan diri.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Advokad Indonesia (DPC-Ikadin) Kota Medan, Rinaldi menjawab sejumlah wartawan perihal penundaan Pelantikan pengurus DPC Peradi Medan.

“Dengan tidak dilaksanakannya acara serimonial pelantikan DPC Peradi Medan periode ini, saya mengimbau seluruh kader dari DPC Peradi Medan yang masuk komposisi kepengurusan di DPN Peradi untuk segera mengundurkan diri,” ujar Rinaldi, Jumat, (22/7/2022).

Sebab, Rinaldi menegaskan, dengan penundaan pelantikan DPC Peradi Medan, mereka yang berada di level pengurus DPN tidak mampu menjaga marwah ‘kampung halamannya’.

“Mereka (kader Peradi Medan) di DPN sebaiknya mundur. Karena mereka tak mampu menjadi katalisator. Tak mampu menjaga marwah ‘kampung halamannya’ yang telah diusik dan dilecehkan lewat penundaan pelantikan Peradi Medan,” tegas mantan Ketua Bidang Hukum & HAM HMI Cabang Medan ini.

Menurutnya, dengan penundaan pelantikan tersebut, menunjukkan kepada publik bahwa kader Peradi Medan yang berada di level nasional lemah dan hanya mengedepankan kepentingan pribadinya.

“Marwah kampung halamannya kini terusik dan dilecehkan. Mereka cuma diam. Apa gunanya ada kader di tingkat nasional ataupun koordinator wilayah kalau masalah sepele seperti ini tidak mau pasang badan. Jika Ketum DPN tak mau melantik, seharusnya diambilalih pelantikannya oleh mereka. Itu aja kok repot ya,,” imbuh Advokad dari Kantor Pengacara Hasrul Benny Harahap & Rekan ini.

Atau, kata Rinaldi, jangan-jangan mereka takut kehilangan jabatan dan lain sebagainya.

“Jika saya jadi pengurus di DPN, saya pastikan saya tidak akan takut kehilangan jabatan seperti mereka. Saya akan ambilalih. Ini hanya persoalan sepele,” pungkas mantan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan ini.

Sebelumnya, Ketua DPC Peradi Medan, Azwir Agus menyayangkan penundaan pelantikannya yang dijadwalkan pada hari Rabu, (20/7/2022) lalu. (AF)

- Advertisement -