Kapal VIP Pemda Rawan Celaka

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Lelang Kapal VIP yang dilakukan Pemda DKI oleh BPPBJ diduga dimenangkan oleh perusahaan yang tak seharusnya menang. Karena, pemenang lelang ini diduga tidak mempunyai galangan kapal yang baik dan tidak terdaftar dalam ISO 45001 tentang K3.

Lelang ini sudah seharusnya dimenangkan oleh produsen kapal. Dan kemungkinan pemenang saat ini hanyalah perusahaan yang hanya memperbaiki kapal, bukan memproduksi.

Jadi patut dipertanyakan bila pemenangnya merupakan perusahaan yang bukan ahli di bidang perkapalan. Perusahaan produksi kapal Alumunium di Indonesia sangatlah terbatas. Jadi semua orang yang berkecimpung di dunia maritime paham akan hal ini.

“Hasil Lelang Kapal VIP yang dilakukan oleh BPPBJ dapat diduga rawan kelayakan unit kapal , karena kapal VIP dimaksud ialah sebagai penunjang kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur” Ujar mantan Anggota KNKT dan Peneliti Kemaritiman Indonesia, Tri Suharjo

Ini bisa jadi hal yang kurang baik untuk Pemda DKI Jakarta kedepannya. karena lelang tersebut tidak dimenangkan oleh perusahaan produsen kapal yang notabene mengerti mengenai seluk beluk kapal dan tidak hanya memperbaiki.

“Mencegah Sejak dini Secara detil Itu Jauh lebih bagus daripada Akibat kecerobohan panitia Lelang dapat berakibat fatal terhadap kecelakaan apalagi Kapal tersebut diperuntukan Bagi pejabat negara, Panitia Atau pihak Pengadaan harus mempunyai moral dan rasa kemanusiaan yg Tinggi terhadap masalah-masalah kecelakaan laut, udara dan Darat yg selama ini menjadi konsen kita” ujar Nanang Supriatna Seorang Pemerhati Perkotaan