Ketua DPD II KNPI Jakarta Timur Merasa Abdul Aziz Tak Layak Pimpin Komisi B DPRD DKI Serta Minta Kaji Ulang Direktur PT Transjakarta

Related

Alumni Fakultas Hukum USU Akan Melaksanakan Musyawarah IKA FH USU TAHUN 2022

Medan - Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH-USU) merupakan...

Jadi Agenda Konsolidasi, DPC PPP Jakarta Utara Gelar Musancab Serentak

Jakarta - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Jakarta...

Adili Dan Tutup PT. SMGP di Mandailing Natal

Medan - Keselamatan nyawa masyarakat seakan tidak begitu penting...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Ketua DPD II KNPI Jakarta Timur, Ikhsan Akbar, Mendesak kaji ulang Direktur PT Transjakarta yang pemilihannya sarat akan kecacatan.

Menurutnya Abdul Aziz sebagai Ketua Komisi B DPRD bersalah karena dinilai melakukan tindakan semana-mena dan abuse of power seusai rapat kerja dengan jajaran direksi PT. Transjakarta, Dinas Perhubungan dan BP BUMD di Gedung DPRD DKI pada Selasa (7/12/2021).

Hal ini sejalan dengan para Anggota DPRD DKI Jakarta yang meminta Abdul Aziz agar dicopot dari posisi ketua Komisi B, sesuai bukti yang sudah diserahkan kepada Badan Kehormatan, 8 Desember 2021, pukul 14.50 WIB, diterima Pak Oman Rohman Rakinda. Rabu (8/12/2021).

Ikhsan menegaskan tuntutan pencopotan ketua komisi B DPRD DKI serta Kaji Ulang Penempatan Direktur PT Transjakarta yang baru terkait erat dengan polemik hangat yang terjadi pada rapat kerja dengan jajaran direksi Transjakarta. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Abdul Aziz tersebut, sempat disinggung oleh anggota DPRD rekaman video yang berisikan rapat petinggi Transjakarta sambil nonton tari perut atau belly dance.

Yang menjadi persoalan kemudian adalah ternyata Abdul Aziz ketua Komisi B memanggil salah satu direksi Transjakarta terkait video tari perut tersebut di luar sidang dan tidak melibatkan anggota Komisi B yang lainnya.

Pemanggilan tersebut tanpa melibatkan dan tanpa memberitahu kepada anggota komisi B lainnya. Hal ini terungkap bahwa di chat WA grup tanggal 7 Desember 2021, bahwa saudara Abdul Aziz telah mengakui memanggil secara sepihak oknum direksi yang terlibat diperistiwa tari perut tersebut.

Menurut anggota Komisi B DPRD bahwa tindakan Abdul Aziz telah semena-mena, tanpa melibatkan atau memberitahu anggota Komisi B yang lain. Abdul Aziz, seolah-olah memperlakukan anggota Komisi B yang lain sebagai anak buah atau bawahan.

Senada dengan itu, Ikhsan merasa Direktur Transjakarta yang baru tak layak mendapatkan jabatan itu karena dipilih dengan cara yang salah.

“Pemilihan direkturnya masa caranya begitu, ga etis dan jelas salah” Ujar Ikhsan

Pemilihan yang terkesan ada permainan karena hanya Abdul Aziz saja memberikan keputusan tanpa adanya suara dari Anggota Komisi B yang lain.

“Itu sudah jelas bukti bahwa beliau main ambil keputusan sendiri.” Pungkas Ikhsan

Ikhsan menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga selesai dan mendesak Badan Kehormatan DPRD DKI segera mencopot Ketua Komisi B Abdul Aziz serta Kaji ulang Direktur PT Transjakarta yang dipilih Abdul Aziz

- Advertisement -