Lagi! Kelakuan Pejabat Yang Semena-Mena

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Malang – Belum usainya pandemi Covid-19 menjadi tantangan masyarakat dalam beraktifitas. Pasalnya, jika pandemi ini belum usai maka ruang gerak masyarakat dibatasi demi mencegahnya penularan Covid-19 dengan mengurangi kepadatan atau kerumunan massa yang dapat menjadi cluster Covid-19.

Lain hal dengan Walikota Malang, Ia malah semena-mena memaksa masuk ke objek wisata Pantai Kondang Merak di Malang. Padahal, pantai tersebut belum dibuka karena daerah tersebut masih dalam status PPKM level 3. Belum dibukanya pantai tersebut mengacu pada Instruksi Mendagri No 42/2021 dan Surat Keputusan Bupati Malang.

Ia datang bersama rombongannya datang dan memaksa masuk. Kedatangannya pun hanya untuk ber-swafoto ria dan makan siang. Tidak ada kepentingan yang mendesak.

Keluhan tersebut disampaikan oleh masyarakat yang merasa tidak terima karena Walikota tersebut terkesan semena-mena dan memanfaatkan jabatannya sebagai orang penting yang bisa memaksa masuk ke pantai tersebut. Dari kejadian itu, ia secara langsung melanggar Instruksi Mendagri dan Surat Keputusan Bupati Malang.

Walikota tersebut secara langsung mencerminkan seorang pemimpin yang buruk dan semena-mena berkat kekuasaan. Padahal seharusnya pemimpin yang baik harus bisa mencerminkan etika dan tata krama yang baik serta patuh akan peraturan yang ada, bukannya malah melanggar.

Pelanggaran tersebut membuat masyarakat kesal. Mereka sudah mematuhi Peraturan yang ada, malah pejabatnya yang melanggar dengan santainya tanpa merasa ada dosa sedikitpun.

- Advertisement -