Lagi! Kelakuan Pejabat Yang Semena-Mena

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Malang – Belum usainya pandemi Covid-19 menjadi tantangan masyarakat dalam beraktifitas. Pasalnya, jika pandemi ini belum usai maka ruang gerak masyarakat dibatasi demi mencegahnya penularan Covid-19 dengan mengurangi kepadatan atau kerumunan massa yang dapat menjadi cluster Covid-19.

Lain hal dengan Walikota Malang, Ia malah semena-mena memaksa masuk ke objek wisata Pantai Kondang Merak di Malang. Padahal, pantai tersebut belum dibuka karena daerah tersebut masih dalam status PPKM level 3. Belum dibukanya pantai tersebut mengacu pada Instruksi Mendagri No 42/2021 dan Surat Keputusan Bupati Malang.

Ia datang bersama rombongannya datang dan memaksa masuk. Kedatangannya pun hanya untuk ber-swafoto ria dan makan siang. Tidak ada kepentingan yang mendesak.

Keluhan tersebut disampaikan oleh masyarakat yang merasa tidak terima karena Walikota tersebut terkesan semena-mena dan memanfaatkan jabatannya sebagai orang penting yang bisa memaksa masuk ke pantai tersebut. Dari kejadian itu, ia secara langsung melanggar Instruksi Mendagri dan Surat Keputusan Bupati Malang.

Walikota tersebut secara langsung mencerminkan seorang pemimpin yang buruk dan semena-mena berkat kekuasaan. Padahal seharusnya pemimpin yang baik harus bisa mencerminkan etika dan tata krama yang baik serta patuh akan peraturan yang ada, bukannya malah melanggar.

Pelanggaran tersebut membuat masyarakat kesal. Mereka sudah mematuhi Peraturan yang ada, malah pejabatnya yang melanggar dengan santainya tanpa merasa ada dosa sedikitpun.

- Advertisement -