Menteri Kesehatan Diminta Turun Dari Jabatannya Terkait Statement Wakilnya Yang “Asal Sebut”

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Statement Wakil Menteri Kesehatan yang mengatakan bahwa penanganan pandemi Covid – 19 di Provinsi DKI Jakarta sangat buruk menuai polemik. Pasalnya ia mengeluarkan statement tidak berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Melainkan ia hanya asal sebut dan tidak sesuai data yang ada.

Imbas dari statement tersebut ialah tersudutnya semua elemen yang berjuang menangani pandemi Covid – 19 di DKI Jakarta. Ini bisa jadi pembunuhan karakter karena apa yang Wakil Menteri Kesehatan tersebut sangat lah tidak etis karena tidak berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

Dalam hal ini, Rudy Darmawanto selaku ketua Poros Rawamangun dan Sekjend Generasi Muda Warga Jaya Indonesia menyatakan sikapnya. Ia mempertanyakan kinerja Menteri Kesehatan yang tidak bisa membina Wakilnya sehingga bisa mengeluarkan statement tanpa melakukan survey di lapangan atau melihat data yang ada di Lapangan.

“Mendekati tahun politik seperti sekarang ini, statement ‘asal bunyi’ tersebut bisa menjadi pembunuhan karakter. Jika Menteri Kesehatan tidak bisa membina wakilnya, lebih baik mundur saja” -ujarnya

Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran yang berada di Kementrian Kesehatan agar tidak asal sebut mengenai penanganan Covid – 19 di Indonesia. Karena bisa berimbas fatal tanpa adanya dukungan data yang kongkrit sebelum mengeluarkan statement. Dan juga bisa banyak tenaga kesehatan yang sudah mati-matian berjuang demi Penanganan Covid – 19 di Indonesia merasa tidak dihargai karena statement yang “asal bunyi” dari segelintir orang yang tidak melihat kondisi dan data di lapangan.