Menteri Kesehatan Diminta Turun Dari Jabatannya Terkait Statement Wakilnya Yang “Asal Sebut”

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Statement Wakil Menteri Kesehatan yang mengatakan bahwa penanganan pandemi Covid – 19 di Provinsi DKI Jakarta sangat buruk menuai polemik. Pasalnya ia mengeluarkan statement tidak berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Melainkan ia hanya asal sebut dan tidak sesuai data yang ada.

Imbas dari statement tersebut ialah tersudutnya semua elemen yang berjuang menangani pandemi Covid – 19 di DKI Jakarta. Ini bisa jadi pembunuhan karakter karena apa yang Wakil Menteri Kesehatan tersebut sangat lah tidak etis karena tidak berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

Dalam hal ini, Rudy Darmawanto selaku ketua Poros Rawamangun dan Sekjend Generasi Muda Warga Jaya Indonesia menyatakan sikapnya. Ia mempertanyakan kinerja Menteri Kesehatan yang tidak bisa membina Wakilnya sehingga bisa mengeluarkan statement tanpa melakukan survey di lapangan atau melihat data yang ada di Lapangan.

“Mendekati tahun politik seperti sekarang ini, statement ‘asal bunyi’ tersebut bisa menjadi pembunuhan karakter. Jika Menteri Kesehatan tidak bisa membina wakilnya, lebih baik mundur saja” -ujarnya

Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran yang berada di Kementrian Kesehatan agar tidak asal sebut mengenai penanganan Covid – 19 di Indonesia. Karena bisa berimbas fatal tanpa adanya dukungan data yang kongkrit sebelum mengeluarkan statement. Dan juga bisa banyak tenaga kesehatan yang sudah mati-matian berjuang demi Penanganan Covid – 19 di Indonesia merasa tidak dihargai karena statement yang “asal bunyi” dari segelintir orang yang tidak melihat kondisi dan data di lapangan.

- Advertisement -