Pengamat Olahraga : Kejaksaan Harus Selidiki Anggaran Besar KONI DKI

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Pagelaran PON ke-20 yang diadakan di Provinsi Papua menjadi sorotan. Pasalanya event tersebut merupakan perhelatan kompetisi olahraga terbesar di Negara ini. Banyak kontingen dari seluruh Provinsi di Indonesia bertanding memperebutkan medali dari 56 cabang olahraga.

Seperti halnya dengan Kontingen DKI Jakarta, Kontingen asal Ibukota ini turut serta dalam pertandingan memperebutkan gelar juara di PON ke 20 ini. Kontingen DKI Jakarta sendiri mendapatkan sorotan tajam karena besarnya Dana Hibah KONI DKI Jakarta. Dana yang mereka terima sebanyak 410 Miliar rupiah diluar pembelian pemenuhan alat-alat yang nilainya kurang lebih mencapai Rp 65 miliar. Jauh Lebih besar dari jawabarat dan jawatimur.

Namun dana sebanyak itu yang sudah digelontorkan masih belum bisa membawa Kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum PON XX di Papua. Di lihat dari perolehan medali sementara (12/10/2021) pukul 18.01 wib kontingen DKI jakarta berada di bawah jawa timur dan jawa barat. Banyak yang mempertanyakan kemana saja dana tersebut dialokasikan. DKI jakarta yang memiliki fasilitas olah raga yang sangat lengkap dan termodern dari provinsi provinsi lain

Bernard Tampubolon, Tokoh Pemuda yang juga Pemerhati Olahraga merasa dana tersebut jika memang di gunakan sebagai mana mestinya pastilah bisa membuat kontingen DKI jakarta jadi juara umum.

“Ada 410 Miliar dana hibahnya, belum lagi pembelian alat sejumlah 65 Miliar. Sudah hampir setengah Triliun masih belum bisa sabet juara umum? lalu kemana saja uang tersebut?.” Ujar Bernard

Ia merasa dana tersebut harus di selidiki oleh kejaksaan sebagai bentuk bukti kemana saja alokasi dana yang hampir setengah triliun tersebut.

“Kejaksaan harus selidiki dana tersebut, kemana saja larinya? 400 sekian miliar itu bukan uang yang sedikit lho. Jangan uang tersebut menjadi kerugian provinsi karena masuk ke kantong-kantong oknum tertentu. Bukannya digunakan untuk Atlet.” Tambahnya

Ketua Umum KONI DKI juga seharusnya mundur dari jabatannya menurut Bernard. Pasalnya ia berjanji DKI Jakarta akan jadi juara umum. Namun buktinya? DKI masih belum berada di Peringkat 1.

“Wajar kalo kita tagih janjinya. Masa dengan uang yang sudah digelontorkan sebanyak itu masih saja belum bisa menjadi juara umum. Kalo memang benar pemimpin, junjung tinggi sportivitas dong. Mundur karena gagal menuhin janji.” Tutup Bernard

- Advertisement -