PON XX Jadi Cluster Baru Covid-19, Aminullah S : Siapa Yang Tanggung Jawab?

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang ke 20 yang diselenggarakan di Provinsi Papua menjadi ajang olahraga terbesar untuk negeri ini. Banyak kontingen dari seluruh Provinsi di Indonesia bertanding memperebutkan medali emas dari 56 Cabang Olahraga.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan 4 tahun sekali ini terasa berbeda sekarang karena adanya Covid-19. Penyelenggaraan PON Tahun ini seharusnya diselenggarakan pada tahun 2020. Mengingat merebaknya wabah Covid-19 yang sedang gencar-gencarnya di tahun 2020.

Namun, apakah pemerintah tidak berpikir sebelumnya jika PON tetap diselenggarakan pada masa pandemi akan muncul cluster baru? Tidak menutup kemungkinan bahwa PON ini akan menimbulkan cluster baru akibat dari berkumpulnya massa di PON ke 20 ini.

Aminullah Siagian seorang aktivis pemuda serta penggiat LSM Kampak Merah Putih menanyakan cluster baru Covid di PON ke 20 ini siapa yang bertanggung jawab. Ia berkata jika sampai pecah cluster baru di PON maka bisa dikatakan PON ini sebagai ajang penularan covid bukan ajang kompetisi olahraga.

“Kalau ini ada cluster baru siapa yang tanggung jawab? apa tidak memikirkan resikonya dulu jika pon tetap dipaksakan?”. Ujar Amin

Sampai tanggal 9 Oktober 2021, sudah ada 59 orang yang terjangkit covid-19 di ajang PON ke 20 di Papua. 10 Orang sudah sembuh. Ini menandakan bahwa rentannya covid-19 menular di ajang kompetisi olahraga, apalagi ajang kompetisi olahraga yang dimana pesertanya berasal dari seluruh Indonesia yang kita tidak tahu bagaimana kondisinya. Walaupun sudah mematuhi protokol kesehatan tetapi itu tidak menjadi jaminan akan bebas covid.

“Sudah 59 Orang terjangkit, mau sampai berapa lagi?”. Tambah Amin.

Ia mengatakan bahwa dipaksakannya PON ini menjadi cerminan bahwa apa yang dipaksakan ketika tidak seharusnya terjadi, bisa menimbulkan masalah. Bukan hanya masalah kecil, melainkan masalah yang besar pun bisa muncul.

- Advertisement -