Poros Rawamangun Sayangkan Pernyataan Menteri Kesehatan Mengenai Pengendalian Covid-19 di Jakarta

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Poros Rawamangun yang diketuai oleh Rudy Darmawanto menyayangkan pernyataan Menteri Kesehatan yang menurutnya tidak berdasarkan data. Hanya berdasarkan pandangan semata. Rudy mengatakan, pernyataan Wamenkes terlalu politis dan bisa jadi dilakukan tanpa data.

“Liat hasilnya dong DKI seperti apa. Itu Wamenkes tidak bisa membaca data atau bicara tanpa data yang benar,” terang Rudy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Menurut dia, penilaian yang diberikan Wamenkes dengan memberikan skor E untuk DKI Jakarta, seolah asal jadi dengan argumentasi yang disebut Rudy tidak jelas.

“Penilaian yang asal dan tidak jelas argumentasinya, bisa jadi datanya salah,” tegasnya. Sebab menurutnya, penanganan Covid yang dilakukan pemerintah Provinsi DKI sudah maksimal dan selalu fokus terhadap problem penanganan.

“Bahkan kita sudah punya tata cara penanganan penanggulangan covid-19 yang mumpuni. DKI itu sudah melakukan tracing (Pelacakan) 5 Kali melampaui batas standar yang ditetapkan WHO,” tandasnya.

Sehingga, menurut Rudy, terlihat bahwa penilaian yang diberikan Wamenkes terhadap pengendalian pandemi COVID-19 di DKI Jakarta terlalu politik dan tanpa data yang jelas.

Diketahui, sebelumnya dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan pengendalian pandemi COVID-19 di DKI Jakarta masuk dalam kategori yang buruk. Penilaian ini dilihat dari kapasitas Bed Occupation Rate (BOR) dan tracing di wilayah itu.

“Masih banyak daerah yang dalam kondisi terkendali, kecuali di Jakarta kapasitasnya E karena di DKI bed occupation rate-nya sudah mulai meningkat dan tracingnya tidak terlalu baik,” jelas dr Dante dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, seperti dikutip Detik.com, Kamis (27/5/2021).

DKI Jakarta satu-satunya provinsi di Indonesia yang diberi skor E untuk penanganan pandemi oleh Kementerian Kesehatan. Beberapa provinsi yang mendapat skor D antara lain Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat.