PRT: Pemerintah Morowali Dalam Genggaman Investasi Tiongkok

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Suarabangsa, Opini, PRT Morowali – Skenario di akhir tahun Covid-19 jadi alasan untuk menutupi gerakan massa, mencari celah jalan masuk tikus, tikus lama gugur yang baru di cari kucing, Pura-pura menyelidiki dan pura-pura menangkap.

Siapa dalang dan siapa Aktor di balik semua ini gerakan Mencari kambing hitam.

Sistem pemerintahan dan ekonomi di kabupaten morowali kecamatan bahodopi rumit untuk di jelaskan dengan kata-kata yang sederhana dengan cara yang gamblang seperti kata mereka yang beropini membetulkan kerakusan penguasa.

Saya Tidak bisa menjawab atas  semua pernyataan dan pertanyaan tentang penyelewengan dari bangunan atas sampai bangunan bawah semua berwatak tikus untuk menjaga lumbung padi yang subur ditengah pabrik nikel PT. IMIP Site Morowali.

Dari masayarat kaya dan masayarakat miskin dari anak pejabat sampai cucu pejabat, dari pesuruh elit politik dan pesuruh elit ekonomi, dari pesuruh pejabat politik sampai pejabat desa, pemerintahan yang  ber-investasi asing dengan cara membetulkan kesalahan investasi lalu menyalahkan rakyat dan evestasi asing berpemerintahan yang hadir di wilayah kecamatan bahodopi kabupaten morowali.

Tak di bisa di gambarkan karena itu semua  di karenakan adanya pabrik Smelter terbesar seasian tenggara Milik Tiongkok sang penguasa ekonomi asia bahkan dunia yang  tergabung dalam grub yang namanya PT. IMIP (PT. Industri Morowali Industrial Park).

Sejak hadirnya grup perusahaan ini kemudian pemberdayaan di masayarakat mulai hilang dengan sendirinya pengkotak-otakan masyarakat dengan isu identitas yang di kembangkan oleh cukong-cukong pesuruh  dan berkubuh-kubuan semakin di perkuat  di buka kerang yang seluas-luasnya untuk bertarung dengan masayarakat sementara masyarakat kemudian tidak di dibina di berikan kesulitan keras terhadap pemerintah yang ikut serta mengambil peran dalam investasi, untuk mendapat hidup yang layak agar kemudian bisa mengikut para cukong-cukong investasi.

Pabrik smelter nikel perusahaan tambang terbesar seasia tengara ini kemudian membentuk formasi dengan membuat anak-anak perusahaan yang kemudian penambang nikel di wilayah tersebut dengan cara yang begitu bobrok dan merusak lingkungan hidup tempat masyarak melanjutkan hidup di kemudian hari dan tak menjalankan kewajibanya sebagai suatu perusahaan yang mempunyai kewajiban sosial soal menjaga lingkungan aman, berkelanjutan untuk masa depan pribumi kecamatan bahodopi, ketika masyarakat mengeluh akan penyelewengan dari anak-anak perusahaan PT. IMIP kemudian mereka lempar tanggung jawab tak mampu menyelesaikan persoalan selalu mendiamkan menghadirkan aparat untuk membuat masayrakat ketakutan akan hukum yang akan di hadapinya ketika melawan pemerintah dan investasi ironis sungguh di sayangkan perilaku pejabat yang tak tau memimpin menempatkan rakyat ada tuan atas segalah-galahnya dan membuat citra baik di masayarakat untuk menutupi keaalahanya kebobrokanya.

Pada saat masuk pandemi covid 19  ini terjadi penyelewengan yang masif terstruktur sistematis, begitu banyaknya beban yang harus di hadapi masayarakat terdampak dan pertarungan ekonomi sekain keras bantuan tidak tersalurkan dengan berdasarkan asas terbuka untuk umum dan adil bagi siapa saja, Karumitan di tengah masayarakat semakin sulit karena pejabat publik yang kemudian di tugaskan dari negara yang di gajinya hasil pajak rakyat untuk melayani masyarakat selalu meminta biaya administrasi yang begitu besar setelah tidak di berikan uang tersebut mereka mencari celah aturan atau hukum yang kemudian akan mempersulit keadaan masayrakat atau  lari ketika rakyat mengeluh dan kemudian sibuk akan usaha pribadi yang kemudian di titipkan kepada sodara atau kerbat untuk menutupi gratifikasih dan pencucian uang.

Keadaan semakin hari semakin tak terkontrol masyarakat mulai lepaskan kemarahan akan kerusakan keadaan sosial,ekonomi dan politik  semakin tak kendali berjana dengan sesuaka hati karena untuk menutupi kesalahan dengan tidak ada lagi menagapi apa yang tuntutan rakyat dan membuat pencitraan di sosial media akan kebaikan mereka dan kepedulian mereka kepada rakyat akhirnya pejabat pemerintah seperti petugas partai yang memperlihatkan kerja yang berbau politik. Posisi politik, ekonomi tak terkontrol lagi berjalan akan kehendak pribadi dan parah elit pejabat dan cukong-cukong pesuruh investasi asing.

Sudah hal yang lumrah ketika pejabat publik punya usaha yang nilai investasi bermeliaran hampir tak ada pemerintahan di wilayah kecamatan bahodopi yang tak mempunyai usaha pribadi padahal itu sudah banyak melanggar kode etik sebagai pejabat negara.


Hukum seolah-olah jadi bahan lelucuan bagi pejabat di wilayah kecamatan bahodopi karena mereka bisa menambal semua kebocoran yang ada dengan harta yang kami duga hasil gratifikasi dan pencucian uang yang begitu rapihnya di kemas.

Ketika kemudian rakyat bersuara mereka selalu bersembunyi di balik meja sahabat,kerabat atau pemerintah lain bantu-bantuan untuk menutupi kesalahan mereka, mengalihkan isu itu sudah biasa lakukan. bmbantuan yang kemudian turun ke masayarakat kemudian di bagikan dengan diam- diam agar kemudian masyarakat tak tau biar bisa terjadi kongkalikong pemalsuan pertanggung jawaban, ketikan pejabat di desa dan kabupaten di minta rakyat untuk melakukan rapat terbuka untuk menyelesaikan persoalan yang ada di wilayah tersebut mereka lari ke kota kendari dan palu dan membuat alasan perjalanan dinas atau ada kegitan usah mereka, setiap peruaahan tambang yang akan masuk di wilayah industri kecamatan bahodopi di ditupi amdalnya,namanya untuk kemudian mereka bermain mengatas namakan rakyat untuk meminta sesuatu.


Demikian tulisan ini kami sampaikan dengan jelas dan terperinci agar kemudian KPK RI dan BPK RI dan persiden Ri dan pemerintah pusat untuk mencopot dan menangkap pehabat yang hari ini tak patuh terhadap kepentingan rakyat  saya sebagai masayarakat pribumi kecamatan bahodopi kabupaten morowali tempat berdirnya pabrik smelter asia tenggara yang tergabung dalam perjuangan rakyat tertindas morowali ketua umum erik Yunanto.


Jika usul di tolak tanpa di timbang suara di bungkam kritik dilarang tanpa alsan di tuduh subersif dan menggangu ke amanan hanya satu kata lawan.