Tuan Rumah Presidensi G20 2022, Milenial Indonesia Harapkan Indonesia Menjadi Pelopor Terciptanya Perdamaian Dunia

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Ketua Umum Milenial Indonesia, Sureza Sulaiman menilai dengan hadirnya Indonesia menjadi tuan rumah presidensi G20, bangsa kita diharapkan mampu menjadi jembatan memperkuat tali persaudaraan antar bangsa dan negara. 

Selain membahas persoalan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan Sureza berharap presiden Joko Widodo mampu menjadi juru damai di tengah ketegangan global yang sedang begulir dewasa ini.

‘’Saya mewakili generasi milenial, berharap besar Indonesia menjadi pelopor perdamaian dunia. Beberapa waktu terakhir peristiwa ketegangan global seperti invasi Rusia ke Ukraina menimbulkan banyak dampak ke beberapa sektor kehidupan masyarakat.’’ Ujarnya. 

Sureza Sulaiman memandang bangsa Indonesia memiliki rekam jejak panjang menjadi bangsa yang mampu merekatkan tali persaudaraan antar bangsa-bangsa. Di samping itu, dirinya menilai Pancasila sebagai idealogi negara memiliki nilai-nilai universal yang mendorong terciptanya perdamaian dunia.

‘’Pancasila yang diciptakan pendiri bangsa kita memuat saripati nilai-nilai perdamaian, sila kedua dan ketiga yang dimiliki pancasila mengajak seluruh negara untuk berpihak kepada keadilan dan kesejahahteraan sosial masyarakat, sila ketiga persatuan, sangat mampu diimplementasikan kepada khalayak dunia internasional.’’

Selanjutnya, Sureza menyebutkan proklamator bangsa Indonesia Ir. Soekarno memilliki peran sentral sebagai bapak pemersatu antar bangsa dan negara. Soekarno tahun 1955 menggerakan beberapa negara di benua Asia dan Afrika menyerukan semangat nasionalisme dan pembentukan Non Blok di KAA. 

‘’Soekarno sebagai pendiri bangsa dulu mempersatukan bangsa Asia dan Afrika, tentu kontekstualisasi spirit ini harus menjadi pegangan dengan adanya pertemuan antar negara pada presidensi G20 nanti.’’ (KA)

- Advertisement -