WASEKJEND PP HIMMAH : HIMMAH HARUS BERBERNAH

Related

Kader Peradi Medan di DPN Diimbau Mengundurkan Diri

MEDAN - Kader Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) asal Kota...

Mahasiswa Tantang KPK Usut Tuntas Kasus Perjalanan Dinas Fiktif

Jakarta - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Republik Indonesia Luthfi Wicaksono angkat suara persoalan konflik internal di HIMMAH.

Dalam organisasi persoalan konflik itu hal yang sudah biasa terjadi apalagi organisasi besar seperti HIMMAH. Akan tetapi, konflik internal belakangan ini terus mencuak semakin riwuh yang membuat luthfi angkat suara. Jakarta, (30/3/2022).

“HIMMAH yang kita kenal ini-kan organisasi kemahasiswaan berbasis intelektual jadi sah-sah saja berdinamika. Tetapi, berdinamikalah layaknya mahasiswa yang mempunyai kecerdasan intelek bukan berdinamika dengan otot.” Ucap luthfi

HIMMAH kini mempunyai tagline Semangat Ekspansi Untuk Sinergi Membangun Negeri dibawah kepemimpinan Abdul Razak Nasution dan sudah terlealisasi di beberapa wilayah juga mulai diperhitungkan di pemerintahan pusat. Beranjak dari itu luthfi sangat mengapresiasi visi misi Pimpinan Pusat HIMMAH Abdul Razak Nasution.

“Saya sangat mengapresiasi visi misi Pimpinan Pusat.” Imbuhnya

Lanjut luthfi, ironisnya dibalik tagline besar itu masih ada juga kader-kader yang tidak satu pemikiran dikarenakan konflik didalam (internal) belum bisa di atasi sehingga konflik-konflik dibawah semakin besar.

“Melihat kegaduhan sesama kader saya sungguh ironis sebagai pengurus pusat, kita sudah diperhitungkan skala nasional akan tetapi internal kita masih saja menimbulkan konflik apalagi sampai mencuat publik. Sebagai pengurus pusat kita juga tidakmau dipandang besar skala nasional tetapi di internal kita lemah.” Imbuhnya lagi

Menurut luthfi, konflik-konflik besar internal yang sering terjadi ada di sistem pemilihan pergantian masa jabatan.

“Saya rasa konflik internal ini sering terjadi ada di sistem pemilihan masa pergantian jabatan karena kita masih menganut sistem demokrasi dari dahulu sampai sekarang. Dan saya menilai sistem pemilihan demokrasi itu sah-sah saja untuk euforia kader dan juga ajang silaturahmi seluruh kader. Akan tetapi, belakangan ini sistem itu malah semakin membuat kegaduhan besar seperti yang di alami konferwil HIMMAH Sumatera Utara pada belakangan ini menimbulkan perpecahan emosional kader.” Tegas luthfi

Diakhir wawancara Wasekjend Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Republik Indonesia itu memberi masukan dan saran kepada Pimpinan Tertinggi agar merubah sistem pemilihan untuk menghindari konflik besar sesama kader.

“Ya, saya memberi masukan dan saran kepada Ketua Umum agar merubah sistem pemilihan untuk menghindari konflik besar sesama kader. Jadi, sistem demokrasi yang selama ini kita anut bisa dirubah salah satunya dengan sistem Musyawarah Mufakat agar lebih marhamah dalam perhelatan pergantian masa jabatan. Karena memang organisasi kita HIMMAH ini membawa kesejukan dan contoh baik kepada organisasi-organisasi lain dan juga para Ulama Washliyah kita pun sudah melakukan hal demikian, apa salahnya kalau kita merujuk perbuatan para pendahulu, Saya pikir itu lebih marhamah. Mungkin masukan dan saran ini bisa dipertimbangakan Ketua Umum Abdul Razak Nasution sebagai pimpinan tertinggi.” Tutupnya

- Advertisement -