Ide Menampilkan Jatayu Di Hajatan Kabupaten Pacitan Murni Karya Seniman Asli Bungur Tulakan

Related

Kader Peradi Medan di DPN Diimbau Mengundurkan Diri

MEDAN - Kader Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) asal Kota...

Mahasiswa Tantang KPK Usut Tuntas Kasus Perjalanan Dinas Fiktif

Jakarta - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu...

Share

- Advertisement -

Pacitan – Kesuksesan upacara Peringatan Hari Jadi Pacitan ke – 277 berdasarkan prasasti lawadan bahwa tanggal 19 Febuari 1795 M, maka setiap tanggal 19 Febuari Pemerintah Kabupaten Pacitan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Pacitan ke – 277 yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pacitan, tak luput dari tangan dingin Tri Susilo seorang seniman kondang asal desa bungur kecamatan Tulakan.

Berawal dari permintaan dari pemkab Pacitan untuk membuat dekorasi singgasana sang bupati dalam upacara hari jadi kabupaten Pacitan ke -277 muncul ide menambahkan burung Jatayu yang dinilai memiliki nilai filosofis yang tinggi.

“Saya menampilkan Jatayu untuk dekorasi singgasana pak bupati itu karena memiliki filosofi yang kuat tentang seorang pemimpin, Jatayu yang memiliki sifat pemberani dan penolong, Sengaja dibuat sayap membentang harapan Pacitan bisa mengembangkan potensi yg ada, dibuat kokoh Pacitan semakin kuat, warna keemasan harapan Pacitan dapat mencapai puncak keemasan. ” Ujar kepada pewarta saat ditemui dikediaman nya
Akan tetapi sebuah Tri menyayangkan sebuah karya seni tersebut terkadang tidak dimunculkan penggagas serta siapa pembuatnya.

“Cuma sayang sekali seringkali penggagas tidak muncul dipermukaan,saya merasa tidak dimunculkan dan diabaikan, walaupun saya tidak dimunculkan setidaknya bisa untuk menghargai istri, anak dan saudara saya yang telah membantu lembur hingga kurang lebih setengah bulan dalam proses pembuatan dekorasi tersebut.” Imbuhnya

Akan tetapi dirinya merasa bangga karena telah dilibatkan dalam upacara hari jadi kabupaten Pacitan, dirinya pun berharap Melalui karya seninya tersebut dapat menggambarkan serta memiliki keinginan yang baik untuk kabupaten Pacitan kedepannya.

” Saya berharap seorang pemimpin mempunyai jiwa pemberani dan menolong, rela berkorban demi kemaslahatan rakyat Pacitan lebih baik, harapan kedepannya Pacitan semakin kuat semakin kokoh, mencapai puncak keemasan dan seorang pemimpin memiliki sifat seperti Jatayu yang rela berkorban pemberani dan penolong. ” Tutupnya (KA)

- Advertisement -