Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Ducati bersama mitranya Legenda Motor Indonesia (LMI), yang membuka New Ducati Dealership and Showroom, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Mengusung Fasilitas 3S, Sales, Service and Spare Parts, yang melayani service seluruh model sepeda motor Ducati. Kehadirannya semakin meningkatkan gairah industri otomotif di Indonesia sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Saya tantang Ducati untuk segera menghadirkan Ducati Elektrik. Menyusul pabrikan motor tenama dunia lainnya yang sudah mulai memasuki pasar kendaraan listrik, seperti yang dilakukan Harley Davidson dengan menghadirkan motor listrik LiveWire Harley-Davidson,” ujar Bamsoet usai menghadiri pembukaan New Ducati Dealership and Showroom, di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (4/11/22).

Turut hadir antara lain Sekretaris Jenderal IMI Pusat sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Ducati untuk wilayah Asia-Pasifik Marco Biondi, Chief Operating Officer Ducati Indonesia Eja Donalsha dan CFO Legenda Motor Indonesia (LMI) sebagai APM Ducati di Indonesia Jimmy Budhijanto.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Ducati maupun pabrikan otomotif besar lainnya tidak perlu takut menghadirkan kendaraan listrik. Mengingat pangsa pasar motor listrik di Indonesia maupun level global sangat menjanjikan. Hingga akhir tahun 2022, pangsa pasar motor listrik global diproyeksikan mencapai 17,25 miliar US dollar atau Rp 257,6 triliun. Sedangkan pada tahun 2030, diproyeksikan meningkat hingga 30,52 miliar US dollar atau Rp 455,7 triliun. Secara global, jumlah pengguna kendaraan listrik pada tahun 2021 juga telah meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun 2019.

“Dengan memeriahkan pasar kendaraan listrik, Ducati turut mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang sedang menggerakan percepatan migrasi kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke bermotor listrik. Sesuai Perpres No.55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Presiden Joko Widodo menargetkan jumlah sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2025 bisa menembus 2 juta unit, dan pada tahun 2030 mencapai 13 juta unit. Fokus pemerintah mempercepat migrasi sepeda motor listrik sangat tepat. Mengingat dari sekitar 149,7 juta unit kendaraan yang ada di Indonesia, sebanyak 119-133 juta unit diantaranya merupakan sepeda motor.

“Ducati harus turut membantu menyukseskan program ini, dengan menghadirkan Ducati Elektrik sehingga para pecinta Ducati juga bisa beralih ke kendaraan listrik. Percepatan migrasi ke kendaraan listrik akan mendatangkan keuntungan bagi bangsa. Antara lain mengurangi polusi/pencemaran udara, mengingat 60 persen kontributor pencemaran atau polusi udara di Indonesia disebabkan oleh kendaraan bermotor. Sekaligus mengurangi beban subsidi BBM oleh negara, mengingat pada tahun anggaran 2022, besarnya subsidi BBM dan kompensasi akan mencapai Rp. 689 triliun, melebihi yang dianggarkan pemerintah dalam APBN 2022 senilai Rp. 502,4 triliun,” pungkas Bamsoet. (*)

- Advertisement -